POSTED: 11 Januari 2019

Sejak kecil Yussy sudah mencintai aktivitas di dapur. Bahkan saat kelas 6 SD, Yussy sudah mampu membuat kue yang dulu dibuat ibunya untuk dijual. Kecintaannya kepada dunia kue pun akhirnya mulai membuahkan keuntungan saat ia masih duduk di bangku SMA. Ia menjualnya kepada teman sekolah dan gurunya.

Berawal dari hobi, usaha wanita kelahiran Bandar Lampung, 20 maret 1975 ini terus bertumbuh. Saat ini ia sudah memiliki 5 gerai bakery di sekitar kota kelahirnnya dengan merek Yussy Akmal Bakery. Sebagai anggota Bogasari Mitra Card, ia tidak hanya masuk nominator Bogasari SME Award 2018. Tapi juga berhasil meraih The Best Achievement Kategori Silver, pada penyerahan Bogasari SME Award 2019 yang berlangsung Minggu (9/12/2018) di Jakarta.

Dalam suatu percakapan di sela-sela acara, dengan jelas ia menuturkan bahwa sukses usahanya memang berawal dari hobi. Setelah mulai berjualan saat di bangku SMA, tak lama buah tangannya makin terkenal.

Dari bacaan di berbagai majalah, ia membuat roti dan kue tart. Banyak pesanan datang dari tetangga, keluarga, hingga permintaan untuk ulangtahun dan pernikahan. Saat mulai menerima pesnaan dari beberapa hotel di wilayah Lampung, Yussy pun memutuskan untuk berlatih di Bogasari Baking Center (BBC)  “Karena berawal dari hobi, jadi tidak punya dasar yang kuat mengenai ilmu baking. Makanya saya memutuskan belajar roti dan produk lainnya di BBC,” ungkap Yussy.

Belajar di BBC membuatnya lebih paham mengenai penggunaan terigu yang tepat dalam membuat adonan. Ini makin memudahkannya untuk menciptakan produk-produk baru. Alhasil di tahun 2011,  Yussy berhasil membuka gerai pertama di depan rumahnya. Saat itu, produk yang dijual seputar kue kering dan roti.

Khas Lampung

Pisang Dalam perjalanannya, mulai banyak pelanggan yang memintanya buka gerai yang lebih besar agar lebih leluasa belanja. Harapan itu pun terwujud. Yussy membuka gerai yang kedua di Jalan Jendral Sudirman, Lampung.

Tak hanya gerai, Yussy juga mengembangkan varian produknya. Salah satu yang sukses adalah Pie Pisang. Pisang Lampung yang mempunyai cirri khas manis, legit, dan bertekstur tidak terlalu basah, ia kolaborasi dengan adonan terigu Bogasari.

“Dari awal saya memang bermimpi memiliki produk yang dikenal banyak orang sebagai oleh-oleh khas Lampung. Alhamdulilah Pie Pisang Yussy Akmal sudah dikenal masyarakat sebagai kudapan yang harus dibeli saat berkunjung ke Lampung,” ucapnya.

Saking terkenanlnya, satu persatu mulai bermunculan pelaku usaha pie pisang di Lampung. Yussy tak khawatir akan persaingan dan justru sebaliknya. Pasar pie pisang semakin tumbuh. Dalam sehari Yussy bisa menjual 7000-8000 pie pisang.

 “Yang penting baginya adalah tetap menjaga kualitas. Pie Piesang Yussy hanya tahan 3 hari di suhu ruangan, karena tanpa bahan pangawet dan 1 hari kalau di luar ruangan,” ungkap Yussy.  

Kini Yussy Akmal Bakery sudah memiliki 5 gerai. Ia mempekerjakan 170 karyawan untuk memproduksi dan memasarkan beragam produknya yang menggunakan terigu Bogasari merek Kunci Biru, Segitiga Biru, dan Cakra Kembar. Untuk 5 gerai, Yussy Akmal Bakery dapat menghabiskan sekitar 180  sak dalam sebulan atau mendekati 5 ton.

Meski sudah tergolong sukses, Yussy mengingatkan untuk terus berinovasi. “Dan jangan lupa, mulailah dengan mencintai pekerjaan kita dan jangan mudah putus asa. Ingat, kreatifitas seseorang tidak akan pernah bisa ditiru,” saran Yussy.  (EGI/REM)

0

Silahkan login terlebih dahulu untuk mengirimkan komentar.
Artikel Berhubungan