POSTED: 01 Juni 2018

Bisnis kuliner memang tak pernah akan ada habisnya, tak terkecuali dengan bisnis roti. Setiap hari selalu bermunculan merk roti baru di berbagai daerah, padahal sudah banyak pemain bisnis makanan olahan tepung terigu yang sudah besar. Salah satu yang sukses merintis usaha roti adalah Jamani Sukiban Kasman yang merintis toko roti dengan label Cahaya Nikmah.

Jamani yang sebelumnya bekerja sebagai Anak Buah Kapal di sebuah pelayaran selama 16 tahun memutuskan banting setir menjadi penjual roti. Usaha ini berawal dari ajakan kakaknya yang lebih dulu sukses menjadi penjual roti. Sang kakak memberikan perlengkapan membuat roti kepada Jamani dan mengajarinya membuat roti saat Jamani libur berlayar selama 3 bulan.

Di masa trial itu Jamani sempat gagal karena baru seminggu berjualan, sales nya mengundurkan diri karena produk rotinya belum terlalu laku. Ia pun kembali berlayar dan selama bekerja di kapal, ia pun masih penasaran dengan usaha rotinya. Akhirnya Jamani memutuskan untuk resign dari pelayaran dan mulai April 2015 ia pun kembali menggeluti usaha rotinya.

Selain berguru kembali ke kakaknya, Jamani pun mencoba untuk mengikuti kursus membuat roti di Bogasari Baking Center (BBC) Samarinda. Ilmu yang ia dapatkan dari kakak dan BBC pun diterapkan di rumahnya untuk membuat roti sesuai dengan selera lidah masyarakat Samarinda dan sekitarnya.

Bermodalkan 50 juta rupiah untuk membeli perlengkapan produksi roti, Jamani dengan dibantu sang istri akhirnya mantap menjalankan usaha rotinya. Saat awal, hanya Jamani dan sang istri yang langsung membuat produksi roti di rumahnya. Setelah produksi roti selesai pada siang hari, Jamani sendiri yang menjadi sales dengan mendistribusikan rotinya ke warung-warung sekitar rumahnya.

Selama 2 minggu pertama ternyata pesanan dari warung-warung sekitar rumahnya mulai berdatangan dan bersamaan dengan itu, 3 orang tetangganya berminat menjadi sales roti Cahaya Nikmah. Pada saat itu, Jamani menghabiskan 2 karung terigu Cakra Kembar per hari dengan menghasilkan 500 buah roti. Omzetnya menembus 15 juta setiap bulannya.

Dari permintaan pesanan yang mulai stabil, pria kelahiran Blora, 12 Juni 1976, ini mengendus peluang untuk memperbesar pabrik rotinya dengan menambah karyawan produksi dan sales. Sekarang Roti Cahaya Nikmah sudah memperkerjakan 9 orang sales dan 30 orang karyawan produksi untuk mengimbangi permintaan yang terus bertambah. Bahkan Jamani sudah mempunyai 5 armada mobil dan 5 motor untuk membantu pendistribusian rotinya.

Inovasi Produk Roti

Seiring berjalannya waktu, Jamani kembali mendalami ketrampilan untuk membuat jenis roti di BBC Samarinda. Ia mempelajari pembuatan roti gulung, roti tawar, dan roti gembung. Jamani fokus membuat varian lain rotinya karena ia ingin mengincar pasar perusahaan perkebunan kelapa sawit dan batu bara yang tersebar di pelosok Kalimantan.

Kerja kerasnya pun membuahkan hasil, produk roti Cahaya Nikmah saat ini sudah dikenal di beberapa kabupaten kota di wilayah Kalimantan, mulai dari daerah Kutai Barat, Wahao, Melak, Sangata, Bontang, Muara Badak, Panajam, sampai Balikpapan sudah dikuasai oleh produk Cahaya Nikmah. Senjata andalan Jamani adalah harga yang lebih murah dengan citarasa yang tidak kalah dengan produk yang mahal.

Kualitas dan cita rasa produk memang menjadi perhatian Jamani. Tak lupa, ia mendaftarkan produk Cahaya Nikmah untuk memperoleh sertifikasi halal supaya roti bikinannya bisa dinikmati semua kalangan, baik pekerja asing maupun domestik.

“Saya seringkali memperhatikan bahwa pekerja asing di Kalimantan memilih-milih makanan karena takut tidak halal. Dengan sertifikasi halal, produk saya bisa dimakan siapa saja,” sambungnya.

Setelah memperoleh langganan tetap dari beberapa toko kelontong dan perusahaan, Jamani mempunyai cita-cita memperbesar area pabrik rotinya. Saat ini pabriknya memiliki ukuran 5,5 m x 9 m yang jadi satu dengan tempat tinggalnya. Kini pabrik Cahaya Nikmah mengolah hingga 360 sak tepung per bulan dengan menghasilkan sekitar 6.000 roti per hari dengan omzet mencapai 100 juta rupiah setiap bulannya.

Keluarga Bakery

Kesuksesan Jamani dan kakaknya dalam bisnis roti membuat satu kakaknya dan adiknya mengikuti jejak mendirikan pabrik roti. Jamani dan kakaknya memberikan ilmu kepada dua anggota keluarganya yang lain untuk berbisnis roti. Terbukti saat ini dari 7 bersaudara, 4 orang menggeluti usaha roti di Kalimantan, yaitu kakaknya di Berau, kakaknya yang lain di Burabe, adiknya di Panajam, dan Jamani sendiri di Samarinda. Ia juga menjadi pemasok tepung terigu Cakra Kembar ke saudara-saudaranya karena di daerah mereka belum ada penjualan tepung Bogasari hingga ke sana.

“Oleh orangtua, kami 7 bersaudara diajarkan untuk saling membantu satu sama lain dan sekarang ketika saya mulai sukses, saya pun ingin menularkan kesuksesan saya kepada saudara yang lainnya agar orangtua kami pun bangga,” ujarnya.

Karena kekompakannya bersama dengan saudara-saudaranya, logo usaha roti mereka pun sama tetapi dengan merek yang berbeda-beda. Hal itu menjadi pengingat bahwa kami merupakan satu keluarga yang solid.

Ia pun berpesan kepada UKM yang sedang merintis usaha kulinernya untuk tidak patah semangat dalam berjuang. Meski persaingan dunia usaha kuliner sangat ketat, tetapi tetap ada jalan untuk kesuksesan apabila gigih dalam berusaha. “Cari celah baru untuk berinovasi, itulah kunci keberhasilan suatu bisnis kuliner,” tuturnya.

Saat ini lokasi pabrik Roti Cahaya Nikmah berada di Jl. Tani Subur No. 69, Rt. 20, Tani Aman, Loajanan Liar, Samarinda. ***

0

Silahkan login terlebih dahulu untuk mengirimkan komentar.
Artikel Berhubungan