POSTED: 06 September 2018

”Tiada yang semalang kami!” Pai apel malang benar-benar Malang”, ini slogan dalam setiap kemasan pai malang. Isi pai benar-benar selai apel yang diracik dengan rempah-rempah hasil bumi Indonesia, membuat kelegitannya terasa hingga gigitan terakhir. Pelanggan pun bertambah hingga luar Kota Malang, Jawa Timur, meski promosi hanya ”gethok tular”.

Adalah Chris Inderayanto atau akrab disapa Chris yang memberanikan diri merintis usaha kuliner memulai bisnis kue kering berupa pai apel di tahun 2010. Padahal saat itu, pemuda ini terbilang sukses dengan karirnya di perusaahaan travel sebagai marcom (marketing communication). Tapi ia sudah bertekad memulai petualangan baru dengan membuka usaha dengan merek Pai Apel Malang.

Chris memilih produk pai apel karena boleh dibilang ketika itu belum ada yang memproduksinya. Ia juga ingin menjadikan produk pai apel sebagai oleh-oleh khas Malang sebagai kota wisata.  “Awalnya saya mencoba memulai usaha dengan modal 1 M, yaitu myself, tapi hal itu ternyata tidak cukup. Akhirnya modal tersebut saya tingkatkan menjadi 1 T, yaitu Tekad. dan hal itulah yang membuat saya yakin untuk serius di bisnis kue pai ini,” ujar lulusan Sekola Tinggi Filsafat (STF) Driyakara Jakarta ini.

Pria kelahiran Jakarta 21 April 1980 ini tidak berlatar belakang dunia kuliner apalagi sebagai seorang chef. Makanya ia mengikuti kursus kue kering. Kurang lebih 6 bulan ia gunakan untuk mencoba berbagai racikan resep. Termasuk racikan resep yang dijelajahinya dari internet.

Di awal usahanya, Chris berjuang sendiri. Tak hanya sebagai pembuat pai apel, tapi juga memasarkan kepada kenalannya lewat arisan dan mengantarkan produknya ke toko-toko kue di wilayah Malang. Peralatan yang digunakannya juga masih sederhana, termasuk kulkas untuk menyimpan apel pun tidak punya. Makanya di tengah malam ia harus mengupas apel dan pagi harinya produk sudah ia antarkan dengan sepeda motor.

Tahun pertama adalah masa-masa sulit baginya. Bahkan setiap kali ada barang yang return karena  tidak laku, ia pun jadi teringat karirnya berkeja di perkantoran.  “Saya butuh 3 tahun untuk memantapkan diri menjadi pengusaha karena bayang-bayang enaknya pekerjaan masa lalu terus muncul di benak saya. Tapi karena saya sudah terlanjur nyemplung di bisnis ya saya kuatkan tekad saya untuk terus mengembangkan Pai Apel Malang sampai saya menyerah,” ucap anak ke-2 dari 5 bersaudara ini.

Pantang menyerah adalah prinsipnya. Dan Chris pun menikmati hasil jerih payahnya. Dari semula hanya menggunakan terigu kiloan untuk produksi pai apel setiap hari, kini menghabiskan 8 sak sampai 15 sak terigu Kunci Biru per bulan.

Omzet Pai Apel Malang dari tahun ke tahun meningkat dan saat ini sudah menembus angka Rp 400 juta per tahun. Ia juga sudah memiliki outlet yang diberi nama Pai Apel Malang Outlet Retailer (PAMOR) yang berada di Perumahan Graha Kartika Sulfat, Jalan Sulfat Simpang Utara VII, Blok F27, Purwantoro, Blimbing,  Malang dan memiliki 4 karyawan.

Berbagai inovasi terus dilakukan oleh Chris untuk mengembangkan bisnisnya dengan memunculkan varian dan produk baru. Pai Apel Malang bisa dinikmati dalam 4 rasa, yaitu original, apel cokelat, apel keju, dan apel pisang keju. Selain Pai Apel Malang, di outlet juga tersedia produk panganan lain, yaitu Pai Apel Klasik, Strudel Mini, dan Milk Tart.

Berkat Chris, bisnis pai apel di Malang mulai mejamur. Meski harus berkompetisi, tapi baginya itu semakin mempopulerkan pai apel.  “Dengan adanya kompetitor membuktikan bahwa saya berhasil  mengenalkan produk saya ke orang-orang. Saat ini tinggal saya yang terus mengembangkan brand Pai Apel Malang agar semakin dikenal tidak hanya di Kota Malang,” ungkapnya.

Chris telah bekerja sama dengan JNE dan Go-Jek untuk mengembangkan bisnisnya. Untuk masyarakat luar Malang dapat memesan melalui JNE Pesona Nusantara dan di sekitar Malang yang tidak sempat ke outlet bisa pesan lewat Go-Food. Selain itu, untuk membantu anak muda Malang yang ingin belajar menjadi pengusaha, ia membuka kelas magang di tokonya. Tiap 2 bulan 3 anak ia ajarkan membuat pai apel dan strudel mini.

“Anak-anak inklusi yang magang di outlet Pai Apel Malang tidak saya pungut bayaran sepeser pun karena program ini merupakan bagian dari CSR perusahaan untuk membantu anak-anak Malang yang ingin belajar jadi pengusaha siap terjun di dunia bisnis. Saya hanya ingin membantu ilmu kepada mereka yang belum beruntung mendapatkan ilmunya karena saya juga ingin anak-anak tersebut mampu sesukses apa yang saya kerjakan,” pungkas Chris. (DIK/RAP)

Pai Apel Malang – Perumahan Graha Kartika Sulfat, Jl. Sulfat Simpang Utara VII, Blok F27, Purwantoro, Blimbing – Malang (0341-9671999)

Instagram: @malangpaiapel

Website: paiapelmalang.com

0

Silahkan login terlebih dahulu untuk mengirimkan komentar.
Artikel Berhubungan