POSTED: 14 September 2018

Program pemberdayaan ekonomi umat di kalangan pondok pesantren (Pontren) terus dilakukan PT Indofood Sukses Makmur Tbk, Divisi Bogasari. Sampai saat ini PT Indofood Tbk melalui Divisi Bogasari sudah menjalin kerja sama dengan 20 pontren dalam rangka pemberdayan ekonomi. Yang terbaru dengan Pontren Suryalaya yang terletak di Kota Tasikmalaya, pada Rabu (5/0/2018) lalu.

Pontren Suryalaya sudah berdiri sejak 5 September 1905 yang digagas Syaikh Abdullah bin Nur Muhammad. Almarhum mendirikan Pontren Suryalaya dengan modal awal sebuah mesjid yang terletak di kampung Godebag, desa Tanjung Kerta. Nama Suryalaya diambil dari istilah Sunda yaitu Surya yang berarti matahari dan laya yang berarti tempat terbit. Jadi Suryalaya secara harfiah mengandung arti tempat matahari terbit.

Syaikh Abdullah bin Nur Muhammad berpulang ke Rahmattullah tahun 1956 di usia 120 tahun. Kepemimpinan dilimpahkan kepada putranya yang ke-5, yaitu KH Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin yang akbrab dipanggil dengan sebutan Abah Anom.

Dalam kunjungannya ke Suryalaya, Direktur Indofood Tbk Franciscus Welirang menjelaskan, saat ini semakin banyak santri lulusan dari pontren, baik itu Madrasah Aliyah (MA) maupun SMK maupun perguruan tinggi. Namun harus diakui banyak lulusan pontren yang belum mendapat tempat kerja setara dengan lulusan SMA pada umumnya.

“Mereka pada umumnya sulit mendapat pekerjaan karena dipandang berbeda dengan lulusan SMA yang lain. Karena itu, beberapa perusahaan termasuk kami Bogasari mulai memikirkan keahlian apa yang dapat diberikan kepada santri lulusan MA dan sederajat, agar dapat bekerja atau memulai usaha untuk menunjang perekonomian mereka ke depannya. Dan hingga saat ini, sudah ada 20 pondok pesantren yang dibina oleh Bogasari, termasuk Ponpes Suryalaya,” ucap Direktur Indofood yang akrab disapa Franky Welirang.  

Peresmian kerja sama Bogasari dengan Pontren Suryalaya dilakukan bersamaan dengan ulang tahun yang ke 113. Sebagai perusahaan penghasil tepung terigu, Bogasari fokus pada pemberian keterampilan membuat mie dan roti. Sekitar 20 orang alumni Pontren Suryalaya yang kini menjadi pengurus dan pengajar, mengikuti pelatihan pembuatan mie dan roti.

Pelatihan berlangsung 2 hari, 3 sampai 4 September lalu dan dipandu Sunarto baker senior Bogasari. Hasil dari pelatihan tersebut langsung disajikan pada acara  HUT Ponpes Suryalaya, Rabu (5/9/2018). Tamu dan undangan, termasuk para santri mengagumi citarasa produk roti dan mie hasil pelatihan tersebut. “Pelatihan tidak akan berhenti di sini. Aka ada pemantauan secara berkala, sekaligus pengembangan kemampuan dan resep baru,” ucap Franky.

Untuk melengkapi rencana usaha tersebut, Bogasari juga menyumbangkan sejumlah peralatan pengolahan terigu menjadi mie dan roti. Antara lain mixer, proofer, mesin mie, dan lain-lain.

Sementara itu, KH Baban, putra dari Alrmahum KH Abah Anom, yang menjadi penerus Pimpinan Ponpes Suryalaya menyambut baik kerja sama dengan Bogasari. Ia menegaskan, produk dari para peserta pelatihan ini tidak hanya bercitarasa tinggi tapi juga memiliki nilai jual. “Salah satunya dijual di Hid-Mart, yaitu minimarket milik pesantren yang baru saja diluncurkan,” harap KH Baban.

Hid-Mart merupakan salah satu unit usaha di Pondok Pesantren Suryalaya dibawah Lembaga Usaha Perdesaan (LUP) Ponpes Suryalaya, yang mengkolaborasikan berbagai unsur yakni santri, perusahaan, birokrasi pemerintahan dan Bank Indonesia. (MYR/RAP)

 

0

Silahkan login terlebih dahulu untuk mengirimkan komentar.
Artikel Berhubungan