POSTED: 08 January 2019

Bisnis kuliner memang langgeng sepanjang peradaban manusia. Tak heran, usaha kuliner terus bermunculan. Namun, ada hal yang harus diperhatikan sebelum memulai usaha yaitu merencanakan keuangan termasuk modal.

Nah, bagi Fans Bogasari yang berniat membuka usaha, yuk simak kiat mempersiapkan permodalan berikut :

·    Jenis permodalan

Dalam membangun bisnis kuliner, ada tiga jenis kebutuhan modal.

Pertama, modal investasi. Modal jenis ini merupakan modal yang harus dipenuhi di masa-masa awal merintis bisnis dan biasanya digunakan untuk jangka panjang. Contoh, aset baik bergerak maupun tidak bergerak, seperti bangunan restoran, peralatan dapur, perabotan resto.

Kedua, modal kerja yakni modal yang digunakan untuk membeli atau membuat produk yang dijual. Ambil contoh, jika membuka kedai Mie ayam. Maka, membutuhkan modal kerja berupa terigu, daging ayam, dan bahan-bahan lainnya yang digunakan untuk meracik Mie ayam.

Ketiga, modal operasional. Modal jenis ini adalah dana yang dikeluarkan untuk membayar biaya operasional bulanan usaha. Misalnya, membayar gaji karyawan, biaya listrik, biaya telepon, membeli gas, dan lain sebagainya.

Dari ketiga jenis permodalan tersebut, biasanya modal investasi menyedot kebutuhan dana dalam jumlah paling besar. Selain itu, modal investasi juga merupakan jenis modal yang pertama kali harus Anda siapkan terlebih dahulu.

·      Persiapan Modal

Setelah mengetahui perhitungan kebutuhan modal dan biaya bulanan, Fans Bogasari mesti mempersiapkan anggarannya sesuai perhitungan tersebut. Namun, modal yang disiapkan jangan hanya modal untuk kebutuhan satu bulan saja.

Setidaknya harus mempersiapkan modal untuk memenuhi kebutuhan selama tiga bulan di masa-masa awal. Sebab, masa krisis bisnis kuliner biasanya berlangsung di periode satu bulan hingga enam bulan pertama.

Persiapan modal sebanyak tiga kali pengeluaran bulanan ini sebagai langkah antisipasi untuk mengurangi risiko kegagalan.

Agar lebih aman, sebaiknya menyiapkan modal  untuk memenuhi kebutuhan dalam jangka enam bulan. Jika dalam enam bulan pertama bisnis berjalan lancar, maka Fans Bogasari bisa meningkatkan cadangan modal untuk kebutuhan selama setahun.

·    Sumber permodalan

Jika memiliki dana yang mencukupi, tidak ada salahnya berasal dari kantong sendiri. Ingat, aset yang dimiliki bisa disulap menjadi modal usaha.

Nah, jika dana pribadi terbatas, bisa memanfaatkan sumber pendanaan pihak lain. Misalnya, dana dari kerabat atau teman.

Fans Bogasari juga bisa memperoleh permodalan dari lembaga keuangan, seperti bank atau lembaga keuangan non-bank. Solusi lainnya, bisa menawarkan kerjasama atau kemitraan dengan pihak lain yang punya modal dalam jumlah besar.

Tentu, berbagai sumber permodalan itu memiliki nilai plus dan minus. Jika memilih modal dari kocek sendiri, tentu harus mengumpulkan uang terlebih dahulu. Keuntungannya adalah, bisa menikmati keuntungan secara penuh.

Jika modal bersumber dari dana kerabat atau teman, kemudahan atau kesulitan tentu bergantung pada kondisi kerabat atau teman.

Terkait pinjaman lembaga keuangan, Fans Bogasari harus siap untuk melalui prosedur yang tidak mudah. Dan harus membayar bunga pinjaman sebagai kompensasi atas pinjaman tersebut.

Sementara, jika memilih kerjasama atau kemitraan, maka harus terlebih dahulu membuat konsep kerjasama atau kemitraan yang jelas. Prosesnya ini memang tidak sebentar.

Namun, kerjasama atau kemitraan biasanya bisa berlangsung dalam jangka panjang serta tidak ada beban bunga. Tapi ingat, Anda tentu harus siap membagi keuntungan kepada mitra.

Meski ada sumber permodalan dari pihak lain, tetap harus memiliki modal yang berasal dari kantong sendiri. Persentase modal awal dari kantong sendiri setidaknya sebesar 30%.

Persentase modal dari pihak lain juga bergantung pada sumber permodalan yang dipilih. Jika memilih sumber permodalan dari perbankan, biasanya bank bisa memberikan pinjaman maksimal sebanyak 70% dari aset yang dimiliki.

Tapi, kalau bisa menyediakan separuh modal dari dana pribadi, hal itu akan lebih baik. Dengan begitu, tidak perlu terbebani dengan pokok pinjaman dan bunga utang yang besar.

·    Membelanjakan modal

Nah, setelah menghitung kebutuhan modal dan memperoleh modal yang cukup sesuai kebutuhan, saatnya membelanjakannya. Kebutuhan pertama adalah ruang usaha. Biasanya, pos anggaran untuk menyewa atau membeli ruang usaha cukup menguras kantong.

Karena itu, harus cermat memilih lokasi usaha yang sesuai dengan segmen pasar yang disasar. Jangan sampai salah memilih lokasi sehingga usaha tidak berkembang sesuai harapan.

Namun, tempat usaha yang kita sewa juga harus sesuai bujet yang ada di kantong. 

Kemudian, modal lainnya digunakan untuk membeli berbagai peralatan dapur dan perabotan usaha. Pilihlah peralatan dan perabotan yang berkualitas karena itu akan sangat membantu dalam menjalankan usaha.

Nah, silakan menyiapkan modal dan membuka usaha.

0

Silahkan login terlebih dahulu untuk mengirimkan komentar.
Related Artikel