POSTED: 14 Maret 2018

Anggaran sangat penting untuk membantu perencanaan perusahaan secara ke-seluruhan, sekaligus pengendalian dalam pelaksanaannya. Pelaku usaha kecil menengah (UKM),  umumnya menjalankan kegiatan usaha tanpa perencanaan yang baik. Semuanya cenderung dibiarkan berjalan begitu saja, dengan pengendalian berdasarkan insting atau kebiasaan saja.

Memang benar, cara pengelolaan “tradisional” seperti itu, bisa saja membuat perusahaan berjalan bahkan berkembang. Tapi, perkembangan itu seringkali mentok pada tingkat tertentu. Bahkan, sering juga, sewaktu-waktu terjadi penurunan dan bangkrut. Sebab, iklim usaha penuh dengan perubahan-perubahan. Terlebih jaman sekarang, di mana persaingan usaha kian berlangsung ketat.

Perencanaan yang baik dan ditulis secara sistematis, jalannya perusahaan akan lebih terarah, efisien, mudah dikontrol dan dievaluasi. Langkah-langkah pengembangan pun, menjadi lebih mudah dilakukan.

Langkah pertama dalam menyusun perencanaan, adalah menentukan harapan atau tujuan yang ingin dicapai. Setelah itu, disusun tentang langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mewujudkan harapan tersebut. Perlu juga dipertimbangkan, apakah langkah-langkah tersebut bisa benar-benar mampu dijalankan, atau terlalu berat.  Di sinilah perlu upaya penyesuaian dengan kemampuan perusahaan.

Salah satu faktor penting dalam perencanaan itu, adalah anggaran.  Penganggaran perusahaan, yang sering disebut budgeting, merupakan suatu proses perencanaan sekaligus pengendalian kegiatan operasi perusahaan, yang dinyatakan dalam satuan kegiatan dan satuan uang.   Tujuannya, untuk memproyeksikan operasi atau kegiatan perusahaan, dalam proyeksi laporan keuangan (laporan rugi-laba, neraca, perubahan modal), dan aliran kas.

Penganggaran perusahaan (perencanaan dan pengendalian laba) tersebut, mencakup pengembangan dan pelaksanaan dari tujuan perusahaan, spesifikasi tujuan perusahaan, pengembangan strategi perencanaan laba jangka panjang, spesifikasi strategi pe-rencanaan laba jangka pendek, pembuatan suatu pelaporan  ki-nerja periodik dan pengembangan prosedur tindak lanjut.

Penjabaran dari perencanaan dan pengendalian operasi perusahaan, diwujudkan dalam suatu bentuk atau format laporan, yang dikenal dengan Anggaran (budget).

Anggaran merupakan suatu rencana yang disusun secara sistematis dalam bentuk angka dan dinyatakan dalam unit uang, yang meliputi seluruh kegiatan perusahaan untuk jangka waktu (periode) tertentu di masa yang akan datang. Oleh karena rencana yang disusun dinyatakan dalam bentuk unit uang, maka anggran seringkali disebut juga dengan  rencana keuangan.

Dalam anggaran, satuan kegiatan dan satuan uang menempati posisi penting, dalam arti segala kegiatan akan dinyatakan dalam satuan uang, sehingga dapat diukur pencapaian efisiensi dan efektivitas dari kegiatan yang dilakukan. Secara lebih substansial, penganggaran merupakan komoitmen resmi manajemen yang terkait dengan harapan manajemen tentang pendapa-tan, biaya dan beragam transaksi keuangan dalam jangka waktu tertentu di masa yang akan datang.

 

Tahap Perencanaan Usaha

Tahap 1 :

Menetapkan tujuan atau serangkaian tujuan.

Perencanaan dimulai dengan keputusan-keputusan tentang keinginan atau kebutuhan  perusahaan. Tanpa rumusan tujuan yang jelas, perusahaan akan menggunakan sumber dayanya secara tidak efektif.

 

Tahap 2 :

Merumuskan keadaan saat ini.

Pemahaman akan posisi perusahaan sekarang dan tujuan yang hendak dicapai atau sumber  daya-sumber daya yang tersedia untuk pencapaian tujuan, adalah sangat penting. Sebab tujuan dan rencana menyangkut waktu yang akan datang. Hanya setelah keadaan perusahaan saat ini dianalisa, rencana dapat dirumuskan untuk menggambarkan rencana kegiatan lebih lanjut.  Tahap kedua ini memerlukan informasi, terutama menyangkut keuangan, potensi pasar, peta persaingan, dan sebagainya.

 

Tahap 3 :

Mengidentifikasikan segala kemudahan dan hambatan.

Segala kekuatan dan kelemahan serta kemudahan dan hambatan perlu diidentifikasikan, untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam mencapai tujuan. Karena itu, perlu diketahui faktor- faktor lingkungan intern dan ekstern yang dapat membantu organisasi mencapai tujuannya, atau yang mungkin menimbulkan masalah. Walaupun sulit dilakukan, antisipasi keadaan, masalah, dan kesempatan serta ancaman yang mungkin terjadi di waktu mendatang adalah bagian penting dari proses perencanaan.

 

Tahap 4 :

Mengembangkan rencana atau serangkaian kegiatan untuk pencapaian tujuan.

Tahap terakhir dalam proses perencanaan meliputi pengembang-an berbagai altematif kegiatan untuk pencapaian tujuan, penilaian alternatif-alternatif tersebut dan pemilihan alternatif terbaik (paling memuaskan) di antara berbagai alternatif yang ada. ***

0

Silahkan login terlebih dahulu untuk mengirimkan komentar.
Artikel Berhubungan