POSTED: 08 November 2017
Banyak pengusaha yang cenderung mempertahankan kedudukannya di pasar, ketimbang melakukan pengembangan. Ini memang merupakan langkah aman. Tapi, tetap saja tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Kita sering melihat sebuah kedai mie ayam yang ramai dikunjungi konsumen, tapi dari tahun ke tahun seperti tidak terlihat adanya perkembangan. Bentuk fisik kedai tidak diperluas atau dibuat lebih mentereng, juga tidak  membuka cabang. Padahal, melihat ramainya konsumen saja sudah bisa ditebak, keuntungan yang diraup kedai itu pasti besar.
 
Lantas, mengapa pemilik kedai itu tidak mengembangkan usahanya? Tentu saja bukan karena si pengusaha itu bodoh. Dia pasti memiliki perhitungan sendiri. Lagi pula, sikap mengambil “langkah aman” seperti itu, banyak dilakukan oleh pelaku usaha kecil menengah (UKM) di mana saja.
 
Keputusan untuk tidak mengembangkan skala usaha, biasanya, diambil karena adanya kekhawatiran tidak mampu menangani. Wajar, karena pengembangan itu akan menuntut konsekuensi yang lebih berat, antara lain lingkup pengawasan akan menjadi lebih luas. 
 
Terlebih di bisnis makanan. Tidak bisa sembarangan merekrut orang, misalnya, untuk menangani sebuah cabang dan mengolah produk. Soalnya, bisnis ini sangat sensitif dengan rasa. Kemudian, kalau cabang tersebut gagal, maka dampaknya akan cukup besar. Selain modal terbuang, juga bisa merusak citra perusahaan induknya.
 
Karena itu, seandainya ragu untuk mengembangkan usaha karena memiliki keterbatasan, maka langkah mempertahankan pasar yang sudah diraih, memang lebih baik. Tapi, bukan berarti lantas si pengusaha tidak lagi dituntut untuk kerja keras, alias boleh berleha-leha. Sebab, seperti kata pepatah, upaya mempertahankan lebih sulit ketimbang mencapainya.
 
Salah satu cara yang sangat penting dilakukan untuk mempertahankan pasar, adalah dengan menetapkan standar harga, yang dalam waktu lama tidak gampang berubah-ubah. Dalam hal ini, pengusaha hendaknya tidak mudah terpancing oleh perubahan pasar, baik yang sifatnya makin memperkuat posisi pasar (godaan untuk menaikkan harga) maupun yang melemahkan pasar (godaan untuk menurunkan harga). 
 
Dengan menetapkan harga secara konsisten, loyalitas konsumen atau pelanggan akan tetap terjaga, karena mereka sudah sangat mengenal dan merasakan kepuasan mengonsumsi produk tersebut. 
 
Pengusaha harus tetap jeli dan hati-hati menghadapi pesaing, yang mengorbitkan produk serupa. Biasanya pesaing membuat produk dengan desain lebih bagus serta harga yang lebih rendah, bahkan kualitasnya lebih baik. Jika pengusaha tidak mampu menghadapinya dengan  bersenjatakan standar harga, maka boleh jadi ia justru akan terdepak keluar dari pasar. 
 
Karena itu, dalam menetapkan standar harga, sebaiknya pengusaha tidak beroreintasi pada perolehan harga maksimal. Sebab, yang penting adalah, bagaimana mempertahankan kedudukan produknya di pasar. (pam)
2

Silahkan login terlebih dahulu untuk mengirimkan komentar.
Artikel Berhubungan